“Sports Intelligence tidak akan berguna kalau tidak diterapkan dalam kebijakan. Dalam pelaksanaannya kita butuh tahapan, tidak bisa diterapkan secara mendadak,” jelas Syarif. Lebih lanjut, Syarif jelaskan pentingnya data yang relevan dalam analisis Sports Intelligence.
Beberapa bab selanjutnya dijelaskan oleh Jerry yang menekankan tentang ekosistem olahraga. Salah satu hal penting adalah data tentang keolahragaan.
“Penting sekali data dikumpulkan di satu tempat, dalam hal ini Kemenpora yang membuat kebijakan, KONI yang melakukan, dan cabang olahraga yang menjadi ujung tombak,” katanya.
KONI Daerah juga penting bersama perguruan tinggi, mengingat kualitas pembinaan di daerah strategis untuk nasional.
Di akhir, Jerry jelaskan peran KONI sebagai tulang punggung, agregator data utama, sinergi pusat dan daerah, pilar grand design 2021-2045.
Deklarasi Sports Intelligence Indonesia yang dibacakan Prof. Dr. Nurhasan menjadi puncak kegiatan. Seluruh hadirin, terutama mahasiswa turut mengikuti pembacaan deklarasi tersebut. Diharapkan Sports Intelligence dapat dilaksanakan secara optimal sehingga prestasi olahraga Indonesia semakin baik.

