“Kalau kecelakaan, responsnya tentu berbeda dengan pengaduan gaji. Semua sudah disesuaikan agar penanganannya lebih cepat dan tepat,” ungkap Hazrin.
Fitur lainnya yang disiapkan adalah e-wallet/dompet elektronik yang akan menyesuaikan dengan negara tempat PMI bekerja. Pada tahap awal, layanan itu bakal menggunakan sistem pembayaran di Malaysia sebelum diperluas ke negara lain seperti Taiwan.
Pengguna juga dapat memanfaatkan kartu Visa maupun Mastercard sehingga transaksi dapat dilakukan tanpa membawa uang tunai.
Hazrin katakan, layanan e-wallet tidak hanya diperuntukkan bagi PMI, tetapi juga dapat digunakan seluruh warga negara Indonesia yang berada di luar negeri, bahkan tetap bisa digunakan saat kembali ke Indonesia.
Pada tahap awal, implementasi aplikasi akan difokuskan di kawasan ASEAN dengan prioritas Malaysia sebagai negara tujuan PMI terbesar. Kemudian, layanan akan diperluas ke Taiwan, China, Arab Saudi, Korea Selatan, hingga negara-negara lain yang memiliki jumlah pekerja migran Indonesia cukup besar.
