Manajemen pusat secara konsisten memantau performa terminal ini mengingat posisinya yang sangat vital bagi mobilitas regional. Pada kondisi normal, rata-rata konsumsi harian avtur di AFT SMB II berkisar di angka 73.000 hingga 74.000 liter per hari. Angka tersebut bukan sekadar statistik operasional, melainkan representasi dari denyut nadi penerbangan komersial dan konektivitas ekonomi Sumatera Selatan yang harus terus dijaga tanpa jeda.
Keandalan sistem distribusi ini teruji secara nyata saat memasuki masa lonjakan (peak season). Berdasarkan data operasional, volume penyaluran konsisten merangkak naik sekitar 6% selama masa Satgas Lebaran akibat tingginya mobilitas masyarakat. Ujian berat lainnya terjadi pada musim penerbangan haji, di mana AFT SMB II memegang peran sangat krusial dengan menyalurkan total 2.080 Kilo Liter (KL) Avtur untuk memberangkatkan puluhan kelompok terbang (kloter) embarkasi Palembang.
Keberhasilan menyuplai puluhan kloter haji tersebut disokong penuh oleh kesiapan armada yang prima, termasuk penyiapan 7 unit mobil refueler yang bersiaga penuh di apron bandara. Komut Pertamina menilai pencapaian luar biasa ini merupakan standar kerja tinggi yang wajib dipertahankan. Baginya, pola koordinasi dan kesiapsiagaan seperti ini diharapkan menjadi cetak biru yang juga diterapkan di fasilitas operasional hilir lainnya di Sumbagsel.
