Dalam kesempatan yang sama, Mochamad Iriawan meluruskan esensi dari pelaksanaan Management Walkthrough yang dilakukannya secara maraton ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran jajaran dewan komisaris dan manajemen ke lapangan bukan bertujuan untuk mencari-cari kesalahan teknis di tingkat bawah. Sebaliknya, agenda ini merupakan upaya bersama untuk memastikan safety culture atau budaya keselamatan kerja benar-benar terinternalisasi dengan baik, mulai dari level manajemen atas hingga operator terdepan di lapangan.
Terkait aspek mitigasi, ia menginstruksikan tim tanggap darurat untuk terus menguji keandalan sistem proteksi kebakaran secara berkala guna mengantisipasi skenario terburuk. Penguatan manajemen risiko dan aspek digitalisasi juga menjadi sorotan utama demi menjaga kualitas produk tanpa kompromi.
Dengan volume penyaluran puluhan ribu liter harian, disiplin tinggi dalam uji laboratorium dan pemeriksaan visual pada tangki timbun serta armada refueler adalah benteng pertahanan utama mencegah kontaminasi air atau partikel.
