Direktur Utama RS Efarina Etaham Siantar, dr. Novitasari Br Tarigan, turut menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia memastikan pihak rumah sakit telah mengambil tindakan tegas dengan menerima surat pengunduran diri Tiara, sehingga yang bersangkutan tidak lagi menjadi bagian dari tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut.
Kasus ini turut memicu perdebatan mengenai etika penggunaan media sosial oleh tenaga kesehatan. Sejumlah tenaga medis mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dan kerahasiaan pasien.
Dokter Adam Prabarata, misalnya, mempertanyakan manfaat membuat konten yang melibatkan bayi yang sedang menjalani perawatan di NICU. Sementara dokter Robby Triangga mengingatkan bahwa adab, etika, dan hati nurani harus tetap menjadi landasan dalam menjalankan profesi tenaga kesehatan maupun saat menggunakan media sosial.
Di media sosial, warganet juga mempertanyakan bagaimana proses pengambilan gambar dapat dilakukan di ruang NICU yang selama ini dikenal memiliki aturan ketat terkait akses, dokumentasi, dan privasi pasien.

