Menurutnya, makanan tradisional Dayak tidak seharusnya hanya dikenal atau dinikmati oleh masyarakat Dayak, tetapi dapat diterima oleh semua kalangan.
“Saya selalu percaya ide-ide baru itu penting. Kebetulan saya juga lulusan sarjana Seni diajarkan untuk terus berpikir kreatif. Namun, apa pun inovasinya, Bipang tidak akan pernah lepas dari identitasnya sebagai restoran makanan dan budaya Dayak. Sejak awal berdiri, visi saya adalah memperkenalkan kuliner dan budaya Dayak kepada Indonesia hingga dunia. Makanan Dayak bukan hanya untuk masyarakat Dayak, tapi bisa dinikmati semua suku,” ungkap Founder Bipang Ambawang, Juniarto, Selasa (14/7/2026).
Komitmen tersebut mulai terlihat dari antusiasme masyarakat terhadap berbagai menu khas Dayak yang sebelumnya belum banyak dikenal di luar Kalimantan. Salah satunya adalah Daukng Manggala Tutuk kini justru menjadi salah satu menu favorit pelanggan di berbagai outlet Bipang Ambawang.
“Sebelum ada Bipang, banyak orang di luar Kalimantan, termasuk di PIK, belum pernah mencicipi Daukng Manggala Tutuk. Hari ini justru jadi salah satu menu terlaris. Membuktikan bahwa kuliner Dayak bisa diterima sangat baik oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
