“Kami ingin menunjukkan bahwa identitas Dayak bukan hanya melalui makanannya, tapi juga lewat pelayanan ramah, sopan, dan profesional. Dengan begitu, masyarakat bisa melihat budaya Dayak sesungguhnya, budaya yang luhur, terbuka, dan penuh keramahtamahan,” jelas Juniarto.
Ke depan, Bipang Ambawang berharap semakin banyak pelaku usaha kuliner yang dapat turut memperkenalkan kekayaan masakan Dayak kepada masyarakat luas.
“Harapan saya sederhana. Saya berharap suatu hari nanti kuliner khas Dayak makin dikenal dan mudah ditemukan di berbagai kota di Indonesia. Bukan hanya hidangan utamanya, tapi juga pendamping khas seperti Daukng Manggala Tutuk dapat dikenal dan dinikmati oleh lebih banyak masyarakat. Kami juga memperkenalkan bahasa Dayak melalui nama-nama menu di Bipang Ambawang. Hampir seluruh menu kami gunakan bahasa Dayak sebagai bagian dari upaya melestarikan dan memperkenalkan bahasa serta budaya Dayak kepada masyarakat luas. Makin banyak restoran memperkenalkan kuliner Dayak, semakin besar pula peluang budaya kami untuk diterima, dihargai, dan dicintai,” pungkas Juniarto. (Joesvicar Iqbal)
