Ia menilai pendekatan tersebut penting diterapkan, terutama di Papua yang masih menghadapi berbagai aktivitas ilegal yang melibatkan WNA. Baginya, praktik penambangan ilegal di sejumlah wilayah Papua masih ditemukan dengan keterlibatan warga negara asing sebagai pemodal maupun pengendali operasi.
“Saya masih mengamati di Papua ini, ada 14 kabupaten kota tambang-tambang ilegal yang masih terus dikerjakan sampai hingga hari ini. Dan itu juga ada perlibatan warga negara asing, bahkan orang lokal, tapi kaki tangannya, pemodalnya adalah warga negara asing,” jelasnya.
Oleh karena itu, dirinya meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada penindakan terhadap pelaku lapangan, tetapi juga mengusut aktor intelektual di balik aktivitas ilegal tersebut “Kalau kita tangkap mereka, kemarin saya pesan, kita tanya otaknya yang ingin kita cari. Otaknya yang ingin kita cari. Jadi mereka biar kita jadikan sebagai saksi untuk menyampaikan informasi bahwa kami disuruh si A, si B, si C,” ujar Politisi Fraksi Partai Gerindra itu.
