“Seandainya PLN membutuhkan 154 juta metrik ton batu bara, ini kalorinya berapa? Ternyata pemenuhan nanti tidak sesuai kalori yang diberikan oleh pemasok,” kata Fasha.
Dirinya mencontohkan skenario ketika PLN membutuhkan pasokan kalori menengah namun yang dikirim berada dalam rentang kalori yang lebih rendah, sehingga total volume yang sebenarnya dibutuhkan untuk mencapai kesetaraan energi bisa jauh lebih besar dari angka kontrak yang diumumkan ke publik. “Maka kebutuhan tidak 154, tetapi kebutuhan bisa saja 180 juta metrik ton,” terangnya
122221Pun, ia meminta persoalan pasokan batubara ini tidak digeneralisir hanya dari sisi volume kontrak semata, melainkan turut memperhitungkan kesesuaian spesifikasi kalori sebagai faktor yang menentukan kecukupan pasokan sebenarnya. Dalam kesimpulan rapat, Komisi XII DPR mendorong Dirut PLN untuk meningkatkan keandalan dan ketahanan pasokan listrik nasional melalui penguatan infrastruktur ketenagalistrikan dan sistem operasi yang adaptif terhadap pertumbuhan kebutuhan listrik nasional. (Tim Redaksi)

