Muannas berharap operasi pencarian terhadap dua personel yang hingga kini belum ditemukan segera membuahkan hasil.
“Kami sampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Aipda Yudhie. Beliau adalah pahlawan mengorbankan jiwa demi melindungi masyarakat dari ancaman narkoba. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga ditinggalkan diberikan ketabahan. Kami juga berharap Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Muannas menilai tragedi di Katingan menjadi bukti bahwa perang melawan narkoba tidak lagi sekadar penegakan hukum biasa. Aparat, menurutnya, kini berhadapan dengan jaringan kejahatan terorganisasi yang memiliki kemampuan melakukan intimidasi bahkan kekerasan bersenjata terhadap petugas negara.
“Peredaran narkoba adalah extraordinary crime yang menghancurkan generasi bangsa. Karena itu, negara harus hadir dengan langkah tegas dan terukur. Kami mengajak seluruh masyarakat mendukung aparat penegak hukum serta tidak memberikan ruang sedikit pun bagi bandar dan jaringan narkotika untuk berkembang di wilayah mana pun di Indonesia,” tegasnya.

