Pramono didampingi Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin juga berharap, percepatan pembebasan lahan mampu mengoptimalkan langkah pengendalian banjir oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.
Ia menegaskan, program tersebut juga merupakan kelanjutan dari proyek normalisasi yang sempat terhenti cukup lama.
“Mudah-mudahan upaya ini dapat memperbesar kapasitas aliran sungai sehingga ketika terjadi banjir dampaknya tidak lagi besar seperti sebelumnya,” kata Pramono.
Dalam pembebasan lahan, Pramono menyatakan, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran senilai Rp 300 miliar pada 2026 untuk mendukung pembebasan lahan serta penanganan tiga sungai, yaitu Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama.
“Program ini bakal terus dilanjutkan dengan dukungan anggaran pada tahun 2027, guna mempercepat pengendalian banjir di Jakarta. Bila target tersebut tercapai, maka di tahun 2027, bertepatan HUT ke-500 Kota Jakarta, normalisasi salah satu sumbu utama Sungai Ciliwung di kawasan Cawang dapat terwujud,” harapnya.

