“Selain isu lingkungan, kami juga sedang menanamkan nilai-nilai edukasi saat ini. Kami lihat anak-anak Asrama Matauli Pandan turut serta menanam mangrove, benteng alami di kawasan area perairan, laut. Program berikut, kami juga akan melakukan penghijauan,” imbuhnya.
Dani juga mengingatkan bahwa Gabema dan IKAMA Matauli sebelumnya telah proaktif menyalurkan bantuan bagi penyintas bencana di wilayah pegunungan dan pesisir.
Mangrove Benteng Alami
Mayjen Purn Asrobudi yang turut hadir memberi semangat kepada pelajar Matauli Pandan menekankan pentingnya niat dalam pelestarian alam.
“Selain menanam mangrove, kami juga menanam harapan. Apa yang kami lakukan pada Minggu kemarin, akan kami tuai di masa mendatang. Mangrove ini punya peluang hidup sekitar 30 hingga 45 persen. Tapi kami harus tanam. Mangrove merupakan benteng alami untuk menjaga garis pantai. Banyak fungsi mangrove ini. Kami menanam bukan sekadar gerakan biasa, tapi ada niat yang tulus,” kata Mayjen Purn Asrobudi.
Dengan 10 ribu bibit mangrove ditanami, para peserta berharap gerakan itu dapat memicu kepedulian masyarakat luas untuk menjaga kelestarian alam Tapanuli Tengah – Sibolga dan mencegah abrasi di masa mendatang.
