Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah lamanya jeda antara proses memasak ayam dengan waktu makanan dikonsumsi. Berdasarkan hasil penelusuran, ayam dimasak sekitar pukul 02.00 WIB dan baru dikonsumsi sekitar delapan hingga sepuluh jam kemudian.
Menurut Susilaningsih, rentang waktu tersebut berpotensi meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri apabila penanganan dan penyimpanan makanan tidak dilakukan sesuai standar keamanan pangan.
Selain itu, proses memasak yang dilakukan dalam beberapa tahapan juga dinilai memiliki risiko terjadinya kontaminasi silang apabila kebersihan dan higiene penjamah makanan tidak diterapkan secara optimal.
Tim investigasi juga menemukan sejumlah faktor risiko lain, seperti proses pencucian peralatan masak yang diduga belum maksimal, adanya ketidaksesuaian dalam pemantauan suhu penyimpanan makanan, serta penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh petugas yang belum lengkap saat menyiapkan makanan.
Meski demikian, Dinkes Kulon Progo menegaskan seluruh temuan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama dugaan keracunan. Penentuan penyebab baru dapat dilakukan setelah hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan muntahan keluar.
