Sementara itu, hasil pendataan Dinkes menunjukkan sebanyak 105 orang mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan MBG dari SPPG tersebut. Jumlah itu terdiri atas 98 siswa, empat tenaga kependidikan, satu ibu hamil, dan dua ibu menyusui. Pada hari berikutnya, laporan juga bertambah dengan adanya dua siswa dari sekolah lain yang mengalami keluhan serupa.
Susilaningsih menjelaskan ibu hamil dan ibu menyusui yang terdampak merupakan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis melalui layanan Posyandu yang dilayani oleh SPPG yang sama dengan para siswa.
Mayoritas pasien mengalami gejala berupa nyeri perut, diare, dan muntah. Meski demikian, seluruh pasien, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui, dilaporkan dalam kondisi stabil.
“Ibu hamil tersebut sudah memasuki usia kehamilan sekitar tujuh bulan. Berdasarkan laporan di lapangan, tidak ada pasien yang mengalami dehidrasi berat maupun membutuhkan terapi cairan melalui infus. Seluruhnya masih dalam pemantauan tenaga kesehatan,” ujar Susilaningsih.
