CA memanfaatkan jabatan rangkapnya sebagai direktur operasional sekaligus direktur keuangan sejak 2016 hingga 2024 untuk menguasai penuh lalu lintas keuangan perusahaan. Modusnya, ia mencairkan anggaran lalu membuat laporan pertanggungjawaban fiktif yang seolah-olah sah.
“Nah, di saat yang sama juga dia (tersangka CA) menjabat sebagai direktur operasional, kemudian direktur keuangan, jadi rangkap jabatan,” katanya.
“Jadi otomatis uang diambil kemudian dilaksanakan, kemudian pertanggungjawabannya dibuat dan ternyata seolah-olah benar. Tapi pada kenyataannya pertanggungjawaban ini adalah pertanggungjawabannya yang tidak tidak benar fiktif,” tambahnya.
Dalam menjalankan aksinya, CA diduga memerintahkan staf Departemen Accounting and Finance mengeluarkan dana perusahaan untuk pengeluaran yang tidak sesuai peruntukan. Pengeluaran tersebut disebut mendapat persetujuan dari MN yang menjabat sebagai Direktur Keuangan pada periode 2023–2024.
Tak hanya itu, staf juga diduga diminta membuat dokumen pertanggungjawaban palsu agar seolah-olah dana operasional benar-benar digunakan sesuai kebutuhan perusahaan.
