Iran sebelumnya telah memperingatkan akan meningkatkan intensitas serangan apabila Amerika Serikat terus menggempur wilayahnya.
Peringatan itu disampaikan Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sekaligus penasihat militer senior bagi pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Dilansir AFP dan Egypt Independent, Sabtu (18/76), Rezaei menegaskan Iran siap memasuki fase serangan yang lebih besar jika operasi militer AS tidak dihentikan.
“Jika serangan-serangan AS berlanjut selama dua atau tiga hari lagi, kami akan memasuki fase operasi serangan skala penuh,” ucap Rezae.
“Iran tidak akan lagi membatasi diri pada tindakan pembalasan, respons yang sepadan… Tidak akan ada batas politik yang aman dari kekuatan serangan Iran,” ujarnya.
Rezaei juga menuntut AS membayar kompensasi atas serangan yang diklaim Iran telah menghantam infrastruktur sipil. Washington sendiri membantah sengaja menargetkan fasilitas sipil di Iran.
Situasi di kawasan Teluk pun kian mencekam. Sudah tujuh malam berturut-turut AS menggempur target-target di Iran, dan setiap kali itu pula Teheran membalas dengan menyasar negara-negara yang menjadi basis aset militer Amerika, termasuk Kuwait dan Yordania.
Rezaei bahkan mengingatkan bahwa jika konflik terus memanas, respons Iran berpotensi meluas jauh melampaui batas wilayahnya sendiri. (far)
