Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan usulan dari DTKJ akan segera dikaji oleh Pemprov DKI sebelum diputuskan menjadi kebijakan resmi.
Di sisi lain, respons para pekerja terhadap wacana tersebut cukup beragam.
Putri (25), pengguna TransJakarta koridor 4D Pulogadung–Kuningan, mengaku tertarik menggunakan skema langganan jika tarif reguler benar-benar naik menjadi Rp5.000. Namun, menurutnya biaya transportasi bulanannya saat ini masih di bawah Rp200 ribu karena tidak setiap hari menggunakan TransJakarta.
Meski demikian, ia menilai skema langganan akan sangat membantu penumpang yang sering melakukan transit dan harus melakukan double tap saat berpindah koridor.
Pendapat serupa disampaikan Tasya (23), pekerja di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Pengguna TransJakarta rute PIK 2–Blok M yang kemudian transit ke Koridor 1 tersebut menilai tarif langganan akan lebih menguntungkan apabila tarif layanan TransJabodetabek benar-benar naik menjadi Rp10 ribu.
Namun, karena hanya bekerja dari kantor sekitar tiga hingga empat hari dalam sepekan dan sesekali menggunakan TransJakarta saat akhir pekan, Tasya mengaku masih harus menghitung kembali apakah skema langganan tersebut lebih hemat dibanding membayar tarif reguler.

