Sementara, warga Ningsih alias Nini mengatakan, ketika itu dia sedang berdiri di depan rumahnya dan mendengar suara pintu dibanting.
Dia mengira ada orang warga yang sedang bercanda dengan anggota keluarganya.
“Terus pelaku keluar, pemilik rumah keluar juga sambil bilang maling bu, saya takut langsung masuk ke dalam,” kata Nini.
Menurut Nini, pelaku saat keluar dari rumah yang diincarnya sambil tertawa dan dia mengira sedang bercanda dengan temannya.
Dia melihat pelaku sempat berduaan masuk ke dalam rumah korban dan tak lama satu di antaranya keluar untuk menunggu.
“Saya pikir kan bercanda ya, ketok pintu terus lari, kan gitu ya bercanda. Korban kenapa banting pintu karena dia pergokin itu maling, tiba-tiba pelaku keluarin senjata api makanya gubrak gitu pintunya,” ujarnya.
Kendati telah diteriaki ‘maling’, pelaku kabur meninggalkan lokasi dengan santai sambil menenteng senjata api.
Warga kemudian mengejar pelaku yang telah menancap gas sepeda motor ke arah kawasan Jalan Matraman Raya.
“Saya enggak berani teriak maling takut di tembak, saya bengong saja. Dikejar sampai ke pasar, dia sempat tembakin senjata ke atas. Kalau disini cuma nodongin saja,” tutupnya. (Joesvicar Iqbal)
