Kemudian, Cipayung 147 kasus, Pasar Rebo 138 kasus, Jatinegara 130 kasus, dan Makasar 113 kasus.
“Sedangkan angka kesakitan per-100.000 penduduk (Incident rate) tertinggi adalah Kecamatan Matraman sebesar 141,68 per-100.000 penduduk dengan jumlah kasus sebanyak 259 kasus,” bebernya.
Menurut Arief, tingginya kasus DBD dipengaruhi sejumlah faktor, seperti kondisi lingkungan yang masih banyak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Lalu, perubahan iklim terutama pada musim hujan dan masa peralihan musim, serta tingginya kepadatan dan mobilitas penduduk.
Pun demikian, dia mengharapkan, seluruh lurah, camat dan masyarakat untuk selalu peduli terhadap upaya pemberantasan sarang nyamuk. Hal ini mengingat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi semua masyarakat.
“Bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tapi semua masyarakat,” pungkasnya. (Joesvicar Iqbal)
