Imelda adalah anggota tim Indonesia juara Piala Uber 1975. Dia juga peraih emas Asian Games 1978 di Bangkok, juara All England 1979, dan juara Kejuaraan Dunia 1980. Pada 2014 dia naik jabatan untuk menggantikan Retno Kustiyah yang menjadi ketua harian Jaya Raya sejak berdiri 1976.
Sementara Rosiana, memiliki catatan mengkilap sebagai pemain ganda putri dan campuran. Banyak prestasi yang dia raih sepanjang kurun waktu 1983 hingga 1994. Rosi juga salah satu pahlawan Indonesia yang merebut Piala Uber 1994.
Menurut Susy, amanah ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi dirinya. Meskipun demikian, ada tanggung jawab besar yang harus diemban, mengingat Jaya Raya adalah klub berprestasi.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi saya yang diberi amanah menjadi Ketua Umum PB Jaya Raya menggantikan Ko Rudy Hartono. Tentu ini menuntut tanggung jawab yang sangat besar,” ujar Susy.
“Bagi saya, bulutangkis adalah segalanya. Saya lahir dari Jaya Raya. Setelah menjadi atlet, kemudian pensiun, saya juga melanjutkan perjalanan dengan membina atlet-atlet muda. Karena itu, saya merasa seperti kembali ke rumah sendiri. Jaya Raya adalah rumah saya. Saya dibesarkan di sana. Saya ingin memberikan kembali kepada klub yang telah membesarkan saya. Harapan saya, pengalaman dan prestasi yang pernah saya raih dapat saya tularkan kepada anak-anak agar mereka mampu meraih prestasi, tidak hanya untuk klub dan Indonesia, tetapi juga di tingkat dunia,” lanjut Susy, ratu bukutangkis ini.

