Dikatakan Rudy, proses transisi ini merupakan hal biasa. Apalagi, dirinya telah menjadi nakhoda Jaya Raya sejak berdiri tahun 1976, sehingga butuh penyegaran kepemimpinan di klub yang didirikan oleh pengusaha Ir. Ciputra.
“Dahulu saya dan Retno Kustiyah sejak 1976 telah membangun Jaya Raya dari nol. Kini Jaya Raya telah mengukir berbagai prestasi besar. Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Jaya Raya yang telah memberi kesempatan kepada saya membina hingga sekarang,” kata Rudy.
“Transisi dan pergantian tongkat estafet kepemimpinan di klub Jaya Raya ini tentu sangat baik. Kami digantikan darah muda yang diharapkan bisa membuat prestasi yang lebih hebat lagi,” harap Rudy.
Perubahan di klub Jaya Raya ini tidak semata dilakukan untuk mengantisipasi tingkat persaingan prestasi bulutangkis, baik di dalam mapun di luar negeri yang makin ketat dan membutuhkan strategi yang jitu. Tetapi juga untuk menyiapkan pemain-pemain potensial yang kelak disumbangkan ke pelatnas sebagai bagian dari tajuk Jaya Raya yang tiada henti membangun generasi emas.

