“Alhamdulillah Unpad ditunjuk menjadi koordinator, dan nanti secara bersama-sama kita akan merumuskan langkah-langkah cepat yang bisa kita lakukan, baik jangka pendek dan jangka menengah agar di tahun 2029 nanti kita punya hasil yang signifikan mengenai penanganan TB,” ujar Rektor Unpad.
Menindaklanjuti hal tersebut, lanjut Rektor, Unpad akan mengoordinasikan segala sesuai yang bersifat riset dan inovasi terkait TB. Unpad juga akan menggandeng sejumlah stakeholder lain dalam sebuah konsorsium, baik itu perguruan tinggi, lembaga riset, kementerian terkait, rumah sakit dan juga masyarakat.
“Unpad diminta untuk secara aktif merumuskan langkah-langkah taktis dalam satu bentuk proposal yang lengkap, dalam satu bentuk tindak nyata. Dan nanti kami akan berkoordinasi dengan Bappenas untuk bersama-sama melakukan tindak lanjut sebagai satu langkah yang bisa langsung diimplementasikan secara cepat,” ujar Prof. Arief.
Harapannya, dalam jangka pendek langkah ini dapat menurunkan kasus TB di Indonesia hingga 15%, memiliki model screening dan tracing yang bersifat implementasi secara nasional, memiliki produk buatan dalam negeri, dan pada akhirnya mengembangkan vaksin TB buatan Indonesia dan mendukung PHTC TB.
