Ia juga menunjukkan sosok karyawan yang diduga melakukan tindakan tersebut.
“Saya lagi ngecek CCTV. Enak aja anak gue berkebutuhan khusus diketawain. Gue ke sini mau makan, bukan minta-minta. Anak gue diledekin, diketawain,” lanjutnya.
Dalam rekaman itu, karyawan yang disebut-sebut terlibat tampak lebih banyak diam dan tidak memberikan tanggapan. Melalui unggahan di media sosial, sang ibu juga menuding karyawan tersebut meniru gerakan anaknya sambil tertawa, sehingga dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap penyandang disabilitas.
Video tersebut kemudian menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak pengguna media sosial mengecam dugaan tindakan mengejek penyandang disabilitas dan menilai perilaku tersebut tidak dapat dibenarkan. Sejumlah komentar juga mengingatkan pentingnya menghormati penyandang disabilitas serta tidak menjadikan kondisi fisik maupun kebutuhan khusus seseorang sebagai bahan candaan.
Menanggapi viralnya peristiwa itu, pihak restoran melalui akun Instagram resminya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan masyarakat. Manajemen menyatakan insiden tersebut menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
