Dalam unggahan yang sama, karyawan yang disebut bernama Defrizal turut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui kesalahannya dan mengaku menyesali perbuatan yang telah dilakukan.
“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua dan adik penyandang disabilitas yang telah saya hina. Saya sangat menyesali perbuatan saya dan siap menerima konsekuensi,” ujarnya.
Selain menyampaikan permohonan maaf melalui video, karyawan tersebut juga membuat surat pernyataan bermaterai yang berisi pengakuan kesalahan sekaligus permohonan maaf kepada keluarga korban dan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, manajemen restoran mengumumkan telah memutus hubungan kerja terhadap karyawan yang bersangkutan. Langkah itu disebut sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga profesionalisme pelayanan serta menghormati seluruh pelanggan tanpa diskriminasi.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya membangun lingkungan yang inklusif dan menghormati hak-hak penyandang disabilitas. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan perundungan maupun menjadikan kondisi fisik atau kebutuhan khusus seseorang sebagai bahan olok-olok, baik di ruang publik maupun di lingkungan kerja. (Vinolla)
