Bima menegaskan, peningkatan PAD tidak cukup mengandalkan pemanfaatan teknologi. Upaya tersebut harus dibarengi dengan reformasi tata kelola pendapatan, digitalisasi yang tepat sasaran, kolaborasi, serta kepemimpinan yang terlibat langsung dalam pelaksanaannya.
Ia juga mengapresiasi sejumlah pemerintah kota yang berhasil meningkatkan PAD dan pelayanan publik melalui berbagai inovasi.
“Best practices itu banyak. Pak Menteri juga sering menyebut kota-kota yang langsung melakukan langkah-langkah inovasi seperti Kota Malang dan Kota Pekanbaru,” tegasnya.
Selain memperkuat tata kelola pendapatan, Bima mengajak Pemda membangun identitas kota (city branding) yang kuat. Menurutnya, city branding bukan sekadar pencitraan, melainkan strategi untuk memperkuat daya saing daerah, menarik investasi, mengembangkan pariwisata, dan pada akhirnya meningkatkan PAD.
Ia menambahkan, pengembangan sport tourism juga menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan daerah. Setiap kota, kata dia, memiliki karakter dan potensi yang berbeda sehingga perlu dikembangkan melalui kolaborasi antara Pemda, komunitas, dan pelaku kreatif.

