Menurut Athari, pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari memastikan pemeliharaan kapal sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas, hingga ketersediaan alat keselamatan. Ia secara khusus menyoroti penggunaan life vest atau pelampung keselamatan yang dinilai masih belum sebanding dengan jumlah penumpang pada sejumlah kapal.
Selain kapal dan alat keselamatan, Athari juga menyoroti persoalan infrastruktur dermaga di kawasan Gili. Menurutnya, keterbatasan dermaga yang memenuhi standar dapat mengurangi kenyamanan wisatawan sekaligus berpotensi menimbulkan risiko keselamatan saat proses naik dan turun dari kapal. “Juga dermaga yang cocok, dermaga yang sesuai dengan standarnya itu juga nggak ada. Yang ada hanya di Gili Trawangan,” jelasnya.
Ia menggambarkan kondisi wisatawan yang harus turun dari kapal dengan kondisi basah karena belum tersedianya fasilitas dermaga yang memadai di sejumlah kawasan. Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke NTB.
