Athari juga menyoroti pengembangan wisata bahari di Lombok yang tidak hanya bertumpu pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Menurutnya, kawasan wisata bahari, khususnya destinasi Gili, memiliki potensi besar sehingga aspek keselamatan wisatawan yang menggunakan transportasi laut harus menjadi perhatian serius pemerintah.
“Masalah di Lombok ini tadi saya sampaikan bahwa kita ini bukan hanya soal Kawasan Ekonomi Kreatif Mandalika, tapi juga wisata bahari. Untuk wisata bahari sendiri, jangan sampai tadi saya highlight kepada Pak Gubernur, jangan sampai masalah keamanannya ini ditinggalkan, tidak dihiraukan,” ujarnya.
Ia menyoroti kondisi kapal-kapal yang digunakan wisatawan untuk menyeberang dari Lombok menuju kawasan Gili. Athari meminta pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah memastikan kapal milik pihak swasta yang beroperasi untuk melayani wisatawan memenuhi standar keselamatan, termasuk aspek pemeliharaan kapal dan kapasitas penumpang.
“Kita tahu kapal-kapal yang berangkat dari Lombok menuju ke tiga kawasan di Gili itu kebanyakan, apa bahasanya ya, banyak yang kayak koboy gitu. Jadi saya tadi nanya apakah sudah ada pengawasan dari pemerintah, baik pemerintah provinsi dan juga pemerintah daerah mengenai pihak-pihak swasta yang punya kapal ini,” ungkapnya.
