Komposisi ini menciptakan situasi yang menarik sepanjang Knockout Stage. Dalam pertandingan yang mempertemukan Grup A dan Grup B, Indonesia hanya akan diwakili oleh Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu di antara 12 tim yang bertanding. Namun, saat salah satu dari kedua grup tersebut bertemu Grup C, empat wakil Indonesia akan turun dalam lobi yang sama. Dalam mode battle royale yang cepat berubah dan sulit diprediksi, kondisi tersebut dapat menjadi peluang untuk memperbesar perolehan poin, sekaligus ujian bagi setiap tim untuk tetap fokus pada target masing-masing.
Tantangan Indonesia juga datang dari catatan sejarah. Sejak FFWS SEA hadir dalam format regional pada 2024, ONIC menjadi satu-satunya tim Indonesia yang pernah mengangkat trofi juara, tepatnya pada FFWS SEA 2025 Spring. Memasuki musim keenam, lima wakil Indonesia kini membawa harapan untuk mengakhiri penantian gelar berikutnya dan menjadikan Surabaya sebagai saksi kebangkitan baru esports Free Fire Indonesia.
Bursa Transfer Bawa Warna Baru untuk EVOS Divine dan ONIC
