“Mimpi buruk” bernama Thom Haye
Duet gelandang bertahan Marc Klok dan Ivar Jenner sangat piawai dalam merebut bola. Sementara itu, di lini depan, duet gelandang serang Thom Haye dan Beckham Putra (atau Rayhan Hannan) siap memberikan umpan-umpan mematikan bagi rekan setimnya untuk mencetak gol.
Namun, pemain paling berbahaya tetaplah Thom Haye – sang “maestro” dalam sistem taktik Indonesia. Dengan fisik yang mengesankan (1,87 m), bintang yang pernah bermain untuk timnas U21 Belanda ini tidak hanya unggul dalam duel tetapi juga berperan sebagai penghubung dalam setiap serangan Indonesia.
Dalam kemenangan 5-1 melawan Kamboja, Thom Haye memberikan tiga assist untuk Mitchell Baker (dua gol) yang memiliki tinggi 1,96m dan Sandy Walsh yang mencetak gol.
Dalam kemenangan 3-0 melawan Timor-Leste, Thom Haye sekali lagi mencetak gol tendangan bebas spektakuler yang membuat kiper Dylan Niski terpaku di tempatnya, menjadikan skor 2-0. Sebelumnya, gol pembuka juga diawali oleh Thom Haye. Ia memberikan umpan terobosan di ruang terbuka kepada Dony Pamungkas, yang kemudian mengoper kembali kepada Shayne Pattynama, yang menyelesaikannya dengan tembakan.
