”Pemerintah akan terus hadir melalui pendanaan, pembangunan infrastruktur, penguatan pembinaan usia dini, peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga, serta berbagai kebijakan yang mendukung kemajuan sepak bola nasional,” tambahnya.
Menpora Erick menegaskan bahwa target besar ini membutuhkan kolaborasi masif dari seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah maupun PSSI tidak bisa berjalan sendiri.
”Ini adalah kerja besar bangsa Indonesia. Klub, akademi, pelatih, pemain, suporter, pemerintah daerah, dunia usaha, media, dan seluruh masyarakat harus berjalan dalam satu semangat yang sama. Semangat untuk membangun sepak bola Indonesia yang profesional, berintegritas, berprestasi, dan membanggakan bangsa. Saya ingin setiap anak Indonesia berani bermimpi mengenakan lambang Garuda di dadanya. Tetapi lebih dari itu, saya ingin negara memastikan bahwa setiap anak yang memiliki mimpi tersebut memperoleh kesempatan untuk menggapainya,” tegasnya.
Menpora Erick memungkas bahwa arah pembangunan sepak bola nasional bukan sekadar lolos ke Piala Dunia 2030, melainkan demi mewujudkan Indonesia yang kian kuat dan disegani di tingkat global.
