“Cari tahu dulu dong, orang punya pinjol itu karena dia tidak punya kemampuan ekonomi, terpaksa pinjol. Kalau punya uang ngapain pinjol?,” ujarnya.
Lazarus juga menyoroti warga yang memiliki kredit sepeda motor. Menurutnya, kendaraan tersebut belum tentu digunakan untuk kepentingan konsumtif, melainkan bisa menjadi sarana mencari nafkah, termasuk bagi pengemudi ojek online.
“Jangan terus karena gara-gara itu desilnya jadi naik. Kredit motor juga terpaksa karena bisa dipakai untuk kerja, ojek online,” katanya.
Selain pinjaman dan kredit kendaraan, Lazarus menilai kepemilikan atau tempat tinggal di rumah permanen juga perlu dilihat secara lebih mendalam. Ia mencontohkan warga berpenghasilan rendah yang tinggal di rumah warisan orang tua.
Menurutnya, kondisi fisik rumah tidak selalu menggambarkan tingkat kesejahteraan penghuninya. Rumah permanen bisa saja dihuni beberapa keluarga sekaligus, sementara penghuninya bekerja sebagai tukang parkir atau pekerja serabutan.
“Permanen itu warisan, sementara pekerjaannya mungkin dia tukang parkir, mungkin dia serabutan. Tapi tinggal di rumah warisan milik orang tua. Di situ ada tiga-empat keluarga karena kakak-adik berbersaudara,” tuturnya.
