IPOL.ID – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung terus mendorong percepatan pendalaman pasar keuangan nasional sebagai tumpuan utama pembiayaan pembangunan. Dalam Peringatan HUT ke-49 Kebangkitan Pasar Modal Indonesia yang diselenggarakan di Bursa Efek Indonesia (BEI), ia menyebut total kebutuhan investasi Indonesia di APBN 2027 mencapai Rp8.705 triliun.
Sementara itu, APBN hanya mampu menjangkau sekitar Rp459 triliun, ditambah kontribusi BUMN termasuk Danantara sebesar Rp330 triliun. Sisanya, sebagian besar harus berasal dari sumber pembiayaan swasta, yaitu Rp7.973 triliun atau sekitar 91% berasal dari pembiayaan swasta, baik itu perbankan maupun pembiayaan lain termasuk pasar modal.
“Nah, di sinilah pasar modal memegang peran strategis sebagai sumber pembiayaan swasta. Ia adalah jembatan yang menghubungkan kebutuhan pembiayaan korporasi dengan dana masyarakat. Ia adalah sumber pembiayaan yang efisien, transparan, dan berkeadilan,” tegas Juda Agung pada Senin (10/8/2026) di Jakarta.
