IPOL.ID – Ramai jagat maya menggunjingkan istilah “Krismuha” akronim dari Kristen/Katolik dengan Muhammadiyah. Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal pun memberikan penjelasan apa itu yang disebut Krismuha.
Dia menegaskan, Krismuha bukan istilah teologis. Kepada publik dan warganet yang menyoal istilah tersebut, Fathur menjelaskan, Krismuha merupakan istilah sosiologis.
Istilah Krismuha sama statusnya dengan istilah lain seperti Munu (Muhammadiyah-NU), Musa (Muhammadiyah-Salafi) dan seterusnya.
“Ini identifikasi sosiologis, jadi dikiranya itu orang Kristen masuk Muhammadiyah, lalu kemudian Kebaktiannya di Masjid UMS, bukan itu yang dimaksud,” ungkap Fathurrahman, dilansir laman PP Muhammadiyah, Jumat (2/6).
Menceritakan pengalamannya ketika memberikan materi dalam acara orientasi studi di beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) kawasan timur Indonesia, Fathur menjelaskan, bahwa PTM di sana lebih banyak diisi oleh anak-anak non-muslim, bahkan mahasiswa muslimnya terkadang hanya 10 persen.
