Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: 5 Tahun Putus Sekolah, Arista Akhirnya Bisa Bangkit Mengejar Mimpi di Sekolah Rakyat
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > 5 Tahun Putus Sekolah, Arista Akhirnya Bisa Bangkit Mengejar Mimpi di Sekolah Rakyat
HeadlineNasional

5 Tahun Putus Sekolah, Arista Akhirnya Bisa Bangkit Mengejar Mimpi di Sekolah Rakyat

Iqbal
Iqbal Published 18 Jul 2025, 14:00
Share
3 Min Read
Arista Ismi Nurkhasana mengenyam kembali pendidikan di Sekolah Rakyat.
Arista Ismi Nurkhasana mengenyam kembali pendidikan di Sekolah Rakyat. Foto: Kemensos
SHARE
IPOL.ID – Di usia yang kini menapak 20 tahun, Arista Ismi Nurkhasana tidak seperti teman-teman sebayanya yang sudah lulus SMA. Namun di balik setiap langkah tertunda, selalu ada cerita tentang keberanian untuk bangkit dan harapan yang tak pernah padam.
Berasal dari Beji, Sumber Agung, Jetis, Kabupaten Bantul, Arista kini kembali duduk di bangku sekolah. Ia adalah salah satu siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Sonosewu, Yogyakarta, sekolah gratis yang digagas Presiden Prabowo untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, tanpa batasan usia.
Arista tersenyum tipis saat menceritakan perjalanan hidupnya. Ia mengingat jelas, bagaimana pendidikannya sempat terhenti di kelas 1 Madrasah Tsanawiyah (MTs), hanya dua bulan setelah ia mulai. Ekonomi keluarga menjadi tembok yang menghalanginya kala itu.
“Cuma dua bulan (di SMP),” ucapnya singkat, di sela kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), mengutip Jumat (18/7/2025).
Lima tahun lamanya Arista hidup tanpa bangku sekolah namun dia tidak menyerah. Ia sempat melanjutkan pendidikan lewat jalur nonformal di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), sebelum akhirnya mendapat kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.
Kini, bersama teman-teman barunya, Arista kembali mengenakan seragam. Wajahnya tampak ceria penuh dengan harapan. “Senang, banyak teman, baik-baik semua. Terus tempatnya juga nyaman, semua tersedia,” tuturnya dengan mata berbinar.
Di rumah, Arista tinggal bersama kakek, nenek, dan adik-adiknya. Kedua orang tuanya tidak selalu hadir dalam hidupnya. Kehidupan mereka ditopang oleh penghasilan seadanya dari kakek dan nenek. Namun dari keluarga kecil yang sederhana itu, Arista belajar tentang ketekunan dan bertahan.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan dari pemerintahan Presiden Prabowo. Sekolah berkonsep asrama ini memberikan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, tanpa membedakan usia maupun latar belakang.
Sejak Senin (14/7/2025), sebanyak 63 titik Sekolah Rakyat yang digawangi Kemensos telah memulai kegiatan belajar dengan pelaksanaan MPLS secara serentak. Sementara 37 titik lainnya dijadwalkan menyusul pada akhir Juli.
Sekolah ini menjadi ruang kedua bagi mereka yang pernah kehilangan peluang, seperti Arista. Di balik kesederhanaan hidupnya, Arista menyimpan mimpi yang tinggi. Ketika ditanya apa yang mendorongnya untuk kembali belajar, jawabannya datang tanpa ragu.
“Ingin jadi diplomat,” katanya singkat, tapi penuh keyakinan.
Di mata banyak orang, mimpi itu mungkin terasa terlalu besar. Namun di Sekolah Rakyat, tak ada mimpi yang terlalu jauh. Sekolah Rakyat menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Yang paling penting adalah keberanian untuk memulai.
Arista adalah satu di antara ribuan anak yang kini bisa mengenyam kembali pendidikan berkat Sekolah Rakyat. Menyemai kembali mimpi untuk masa depan yang lebih baik, keluar dari jerat kemiskinan. (ahmad)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Gedung Merah Putih KPK tampak dari depan. Foto: Yudha Krastawan/ipol.id KPK Panggil 2 Saksi Kasus Pembayaran Fiktif Asuransi Perkapalan di PT Pelni
Next Article Lobi Gedung Merah Putih KPK. Foto: Yudha Krastawan/ipol.id Dalami Proyek Dinas PUPR Sumut, KPK Periksa 8 Orang Saksi

TERPOPULER

TERPOPULER
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Ongen Sangaji.
Politik

Ongen Desak KPK Periksa Kadis dan Kasudin Dukcapil Terkait Kasus Imigrasi

HeadlineOlahraga
Punya Cita-cita Majukan Sepakbola, Mantan Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi Bidik Kursi Ketua PSSI DKI
11 Jun 2026, 16:54
EkonomiHeadline
Ade Jona Jadi Ketum HIPMI 2026-2029, Anthony Leong: Berasa Pulang ke Rumah
11 Jun 2026, 14:32
Jakarta Raya
BPJS Ketenagakerjaan Ceger Bekali Calon PMI ke Jepang Literasi Aplikasi JMO
11 Jun 2026, 14:30
HeadlineOpini
Mulai Move-on
11 Jun 2026, 13:03
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?