Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Peneliti Indonesia Ciptakan Molekul untuk Tingkatkan Efisiensi Sel Surya
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Tekno/Science > Peneliti Indonesia Ciptakan Molekul untuk Tingkatkan Efisiensi Sel Surya
Tekno/Science

Peneliti Indonesia Ciptakan Molekul untuk Tingkatkan Efisiensi Sel Surya

Iqbal
Iqbal Published 27 Jul 2025, 18:27
Share
3 Min Read
Ilustrasi panel surya.
Ilustrasi panel surya yang menjadi sumber energi baru terbarukan. Foto: Pexels/pixabay.
SHARE

IPOL.ID -Peneliti Indonesia berhasil menemukan molekul untuk meningkatkan efisiensi sel surya untuk energi berkelanjutan.

Dalam perangkat sel surya perovskite (solar cell perovskite), molekul oxasmaragdyrin berfungsi sebagai hole-transporting material (HTM). HTM merupakan material yang berperan membawa muatan positif (hole) agar proses konversi energi bisa berlangsung lebih efisien.

Oxasmaragdyrin sebagai HTM untuk perovskite solar cell ini dikembangkan Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Kimia Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mario Leonardus.

Dia menjelaskan, rekayasa molekul oxasmaragdyrin merupakan turunan dari struktur kimia porfirin. Molekul ini memiliki kemampuan menyerap cahaya dan membantu menghantarkan muatan listrik.

Baca Juga

Ilustrasi panel surya. Foto: kindelmedia/pexels
Riset Sel Surya untuk Sumber Energi Alternatif Masa Depan
Indonesia Kembangkan Alat Deteksi Dini Penyakit Zoonosis Melalui Tikus
Dua Periset Indonesia Masuk Panel IPCC PBB, Ikut Buat Laporan Iklim Global

“Hal ini agar perangkat sel surya bisa bekerja lebih efisien dan stabil,” kata Mario, melansir Minggu (27/7/2025).

“Molekul ini memiliki struktur kompleks namun menarik karena mampu menyerap cahaya dalam rentang panjang gelombang luas, dari 400 hingga 800 nanometer,” sebutnya.

Mario menguraikan bahwa oxasmaragdyrin bertugas membawa muatan positif dari cahaya yang ditangkap, agar bisa sampai ke sirkuit listrik. Pihaknya membuat beberapa varian dari molekul ini dan melihat mana yang hasilnya paling baik.

Salah satu variannya, yaitu SM-09, berhasil menunjukkan kinerja awal cukup tinggi, dengan efisiensi sekitar 13 hingga 14 persen. “Artinya, dari total energi cahaya yang masuk sebanyak itu berhasil diubah menjadi listrik. Angka tersebut cukup menjanjikan untuk teknologi baru,” ujar Mario.

Dalam risetnya, Mario memodifikasi bagian tertentu dari molekul tersebut. Yaitu, mengganti beberapa unsur kecil di dalam struktur oxasmaragdyrin untuk mengetahui dan memperbaiki kinerjanya.

“Kami mengganti bagian molekul dengan gugus kimia seperti metoksi, etoksi, dan butoksi. Hasilnya cukup menarik. Molekul yang dimodifikasi dengan gugus metoksi disebut SM-OMe ternyata memiliki performa lebih baik dibandingkan versi sebelumnya,” terang Mario.

Lebih lanjut, material SM-OMe dibuat dengan pendekatan yang disebut green synthesis. Yakni, proses pembuatan yang lebih ramah lingkungan dan bisa dikembangkan untuk skala besar.

Menurut Mario, material ini sudah diuji stabil hingga 500 jam pemakaian, bahkan dalam kondisi tanpa pelindung khusus agar bisa lebih hemat dan efisien.

Pengujian tersebut penting karena dalam dunia teknologi energi, bukan hanya efisiensi yang dibutuhkan, tetapi juga stabilitas dan daya tahan. SM-OMe tidak hanya lebih efisien dalam menghantarkan muatan listrik, tapi juga lebih stabil saat diuji dalam waktu lama.

“Kami melihat adanya pengaruh signifikan dari substituen metoksi dalam mempercepat transfer hole sekaligus menstabilkan material terhadap degradasi. Ini berarti material tersebut tidak mudah rusak atau menurun kualitasnya meskipun digunakan dalam waktu lama,” tutup Mario. (ahmad)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Peneliti Indonesia, Sel Surya
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Kemenag baru saja hasil seleksi Calon Dai Muda 2025. Foto: Kemenag Hasil Seleksi Calon Dai Muda 2025 Sudah Diumumkan, Simak di Sini Nama-Namanya
Next Article Akhirny, Max Basing, juara UTR Pro Tennis.Tour di Nusa Dua Bali Akhirnya Max Basing juara UTR Pro Tennis Tour di Nusa Dua Bali

TERPOPULER

TERPOPULER
Adhyaksa FC
Olahraga

Bungkam Persipura, Adhyaksa FC Promosi ke Super League

Hukum
KPK Periksa Pihak Len Railway Systems Terkait Korupsi di DJKA Kemenhub
08 May 2026, 20:45
Telkom
TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk: Jembatan Digital Pertama yang Menghubungkan Indonesia – Papua Nugini
08 May 2026, 22:12
Kriminal
Pencurian Kabel Persinyalan Ganggu Perjalanan KRL Rangkasbitung
08 May 2026, 16:53
Hukum
Periksa Pejabat Bea Cukai dan Swasta, KPK Gali Terus Korupsi di Ditjen Bea Cukai
08 May 2026, 17:22
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?