IPOL.ID – Tiga pemuda asal Majalengka, Jawa Barat mengaku menjadi korban penyekapan setelah melamar kerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka adalah RA (20), AS (18), dan RH (20) yang mengaku tergiur dengan tawaran kerja dari sebuah unggahan di Facebook.
RA menuturkan bahwa awalnya ia diajak oleh temannya yang melihat lowongan kerja ABK di Muara Baru.
“Awalnya, dari Facebook diajak sama teman, diajak katanya mau ikut enggak kerja di Jakarta jadi ABK di Muara Baru, kontrak empat bulan,” ucapnya, Kamis (7/8).
Dalam unggahan lowongan tersebut, disebutkan bahwa gaji yang dijanjikan mencapai Rp6 juta per bulan. Berharap bisa memperbaiki nasib dari kehidupan sebagai pengamen, ketiganya pun memutuskan untuk berangkat ke ibu kota.
Namun, setibanya di sana, mereka justru mengalami pengalaman buruk. Menurut pengakuan RA, mereka ditempatkan di sebuah mess kecil berukuran 3×3 meter yang dihuni oleh belasan calon ABK lain.
Di tempat tersebut, ruang gerak mereka dibatasi dan selalu diawasi secara ketat.
