IPOL.ID– Gelaran acara tahunan Smala Zone 2025 di SMA Negeri 5 Purwokerto berjalan meriah. Namun, di balik kemeriahan itu tersimpan persoalan serius: sejumlah vendor masih menagih pembayaran karena panitia tak mampu melunasi sisa biaya.
Kepala Sekolah SMAN 5 Purwokerto, Erlin Retno Viyanti, mengakui adanya masalah keuangan usai acara.
“Pelaksanaan kegiatan berjalan sukses, lancar, dan meriah. Namun setelah itu, ternyata ada biaya yang masih belum terbayarkan. Ada kekurangan,” ujarnya, dikutip pada Rabu (24/9/2025).
Setelah dilakukan penelusuran, pihak sekolah menemukan fakta mengejutkan. Uang event yang semestinya dikelola bendahara OSIS, justru berada di rekening pribadi ketua OSIS.
“Biasanya pengelolaan dana ada di bendahara. Tapi kali ini, ketua OSIS yang meminta agar uang diserahkan kepadanya. Dana tersebut ditaruh di rekening pribadinya berbeda dari event sebelumnya,” jelas Erlin.
Pada Senin (15/9/2025), sekolah memanggil orang tua ketua OSIS. Mereka akhirnya bersedia menanggung sisa pembayaran yang belum terlunasi, meski tidak mengetahui secara detail untuk apa dana itu sempat terpakai.
