IPOL.ID – Kepala Desa Tempuran, Slamet, akhirnya buka suara setelah video dirinya berjoget bersama seorang biduan di Kantor Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, menjadi sorotan publik.
Slamet mengaku menyesal dan menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya yang dinilai kurang pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik.
“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, juga Pemerintah Kabupaten Mojokerto karena sudah membuat gaduh setelah berjoget bersama penyanyi di Kantor Kecamatan Sooko,” ujar Slamet, dikutip Sabtu (27/9/2025).
Menurut Slamet, aksinya itu dilakukan setelah acara pembubaran panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Agustus 2025. Acara tersebut dihadiri kepala desa se-Kecamatan Sooko, Forkopimca, dan sejumlah perwakilan instansi terkait.
“Joget tersebut berlangsung setelah acara seremonial resmi selesai, tepatnya pada sesi ramah tamah. Jadi, posisi saya joget bukan bagian dari rangkaian acara formal pemerintahan,” jelasnya.
Ia menegaskan, aksinya murni spontanitas dan bentuk luapan kegembiraan atas suksesnya penyelenggaraan PHBN, bukan untuk hura-hura atau foya-foya. Slamet juga mengungkapkan bahwa grup electone atau organ tunggal yang hadir dalam acara tersebut merupakan miliknya pribadi. Hal ini, kata dia, dilakukan agar warga tetap mendapat hiburan tanpa harus mengeluarkan biaya dari anggaran desa maupun kecamatan.
