IPOL.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa seluruh mesin mobil di Indonesia sudah kompatibel dengan bahan bakar minyak (BBM) yang dicampur etanol atau bioetanol hingga kadar 20 persen (E20).
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengatakan, langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan di sektor transportasi.
“Sebenarnya, mesin-mesin mobil di Indonesia sudah bisa menerima etanol hingga 20 persen. Secara teknis dan teoritis, engine-nya compatible,” ujar Eniya, Selasa (7/10/2025).
Saat ini, Pertamina telah memasarkan Pertamax Green 95, yakni BBM dengan campuran 5 persen etanol (E5), di 104 SPBU di berbagai wilayah. Produk ini masih dalam tahap uji coba pasar (trial market) dan belum menjadi kebijakan wajib atau mandatori.
“Pertamina melakukan trial market untuk komposisi etanol di dalam bensin. Bensinnya berbasis Pertamax karena non-PSO (subsidi). Kalau nanti mau dimandatorikan, sasarannya juga non-PSO dulu,” jelas Eniya.
