IPOL.ID – Terjadi kasus dugaan perundungan di lingkungan SMP Negeri 1 Blora, Jawa Tengah. Aksi kekerasan yang berisi tendangan dan pukulan itu langsung memicu kecaman luas dari masyarakat dan warganet. Pihak sekolah bersama kepolisian bergerak cepat untuk menangani kasus tersebut.
Kepala Sekolah SMPN 1 Blora, Ainur Rofiq, membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan permintaan maaf terbuka atas kejadian yang mencoreng nama baik sekolah.
“Kami sangat menyesalkan insiden ini. Berdasarkan hasil penelusuran, peristiwa terjadi di kamar mandi sekolah saat jam istirahat pada Jumat (7/11/2025). Korban adalah siswa kelas VIII, sedangkan pelaku utama siswa kelas VII yang diduga diprovokasi oleh siswa kelas IX,” ujar Ainur Rofiq, Senin (10/11/2025).
Ia menambahkan, insiden berawal dari kesalahpahaman antarsiswa yang kemudian berkembang karena adanya provokasi dari teman lain. Pihak sekolah telah melakukan mediasi dan menjamin keamanan korban agar tetap dapat bersekolah dengan nyaman.
Sementara itu, Kapolsek Blora AKP Rustam menegaskan bahwa pihak kepolisian menangani kasus ini secara serius. Hingga Senin (10/11/2025), sebanyak 33 siswa yang diduga terlibat telah dipanggil untuk dimintai keterangan, termasuk mereka yang hanya menonton tanpa berupaya melerai.
