IPOL.ID – Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad menyerukan pentingnya peran generasi muda Islam dalam melawan praktik perundungan (bullying) di dunia digital. Pesan itu ia sampaikan di hadapan ratusan peserta Kongres Rohis Nasional 2025, yang dihadiri pelajar dari seluruh Indonesia.
Raffi menyoroti maraknya kasus perundungan di media sosial yang kerap berujung pada tindakan ekstrem di kalangan pelajar. Ia mengingatkan bahwa penyebaran ujaran kebencian dan ejekan di ruang digital dapat membawa dampak serius bagi korban.
“Digitalisasi kalau salah digunakan bisa mencelakakan kita semua. Banyak anak muda terhasut berita bohong, bahkan sampai bikin hal-hal berbahaya. Ada yang dibully di sosial media sampai terbawa arus dan dicuci pikirannya,” ujarnya. Kamis (13/11/2025).
Menurut Raffi, tindakan cyberbullying tidak hanya menyakiti secara psikologis, tetapi juga dapat menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan dalam Islam. Karena itu, ia mengajak para pelajar Rohis untuk menjadi garda terdepan dalam menyebarkan kebaikan dan saling menguatkan di dunia maya.
