IPOL.ID – Badan Standardisasi Nasional (BSN) terus berupaya mewujudkan produk lokal bermutu dan berdaya saing. Salah satu strateginya adalah dengan mendorong penguatan Infrastruktur Mutu Nasional (IMN). Salah satu tujuannya guna mencegah membanjirnya produk impor murah.
“Produk impor harus memenuhi kewajiban Standardisasi Nasional Indonesia (SNI-red) sambil mendorong produk lokal memenuhi mutu mencakup standardisasi, akreditasi, dan metrologi yang adalah pondasi penting bagi tumbuhnya perekonomian nasional yang kokoh dan terpercaya,” kata Plt. Kepala BSN, Kristianto Widiwardono di Jakarta. Hal itu ia utarakan di sela membuka acara Bulan Mutu Nasional (BMN) pada Rabu (26/11/2025).
Sebagai informasi, Kementerian Perindustrian baru saja melarang bisnis thrifting alias impor baju bekas murah, yang membanjiri Indonesia. Selain tentu saja banyak produk impor murah lain.
Dikatakan Kristianto, melindungi produk lokal yang berdaya saing adalah wujud visi besar Indonesia Emas 2045. Pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, memfokuskan transformasi ekonomi yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan, dengan menekankan penguatan produktivitas, nilai tambah, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam konteks inilah, IMN memegang peranan strategis.
