IPOL.ID – Pemerintah Malaysia menolak usulan Bank Dunia untuk mengambangkan atau melepas harga bensin RON 95. Pemerintahan Kualalumpur tetap pada komitmen program Budi95.
Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Malaysia, Anwar Ibrahim mengatakan, Pemerintah Malaysia tetap berkomitmen pada program subsidi Budi Madani RON 95 (Budi95). Yakni tetap menjual bensin RON 95 seharga RM1,99 per liter (Rp8.000).
Mereka menolak usulan Bank Dunia untuk menaikkannya ke harga pasar RM2,65 per liter (harga tanpa subsidi).
“Usulan (Bank Dunia) adalah menaikkan harga menjadi RM2,65 per liter untuk semua jenis bensin, lalu memberikan subsidi untuk kategori tertentu. Oleh karena itu, saya dan rekan-rekan kabinet menolak usulan tersebut dan menurunkan harga RON 95 menjadi RM1,99 per liter untuk warga negara Malaysia dan RM2,60 per liter untuk warga negara asing,” ujarnya, mengutip Bernama, Sabtu (6/12/2025).
Ia menambahkan, Budi95 telah berhasil mengurangi pengeluaran pemerintah tanpa membebani rakyat.
“Ini menunjukkan bahwa pendekatan kami (pemerintah) bijaksana dan kami mengambil tindakan yang dapat bermanfaat bagi rakyat. Alhamdulillah, subsidi RON 95 yang ditargetkan di seluruh Malaysia telah mendapat respons yang sangat baik dan positif,” klaim Anwar saat pembahasan RUU Pasokan 2026 di Dewan Negara.
