IPOL.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Honduras melanjutkan penghitungan suara di tengah tuduhan kecurangan. Negara Amerika Tengah ini dalam kondisi tegang setelah pemungutan suara yang diwarnai klaim kecurangan dan sejarah pemilu yang diperebutkan baru-baru ini.
Pejabat otoritas pemilu di Honduras telah merilis hasil terbaru pemungutan suara dari pemilu 30 November di negara itu, setelah jeda tiga hari dalam penghitungan suara di tengah tuduhan kecurangan dan inkonsistensi.
Dengan 89% suara yang telah dihitung pada hari Senin, kandidat konservatif Nasry Asfura unggul tipis 40,21% atas pesaing dari kubu tengah Salvador Nasralla, yang memperoleh 39,5%.
“Setelah melakukan tindakan teknis yang diperlukan (dengan audit eksternal), data sekarang sedang diperbarui dalam hasil,” ujar Ana Paola Hall, presiden Dewan Pemilihan Nasional (CNE), dalam sebuah unggahan media sosial, mengutip Al Jazeera, Selasa (9/1/2/2025).
Tuduhan kecurangan telah mendominasi menjelang pemilu, dan pernyataan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga telah memicu kontroversi.
