IPOL.ID-Maraknya pembukaan dan rencana perluasan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau menuai kecaman dari Aliansi Anak Kepulauan Riau (Kepri)
Mereka meminta pemerintah pusat turun langsung, untuk meninjau dampak kebijakan tersebut terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.
Hal ini disampaikan oleh Koordinator Wilayah Melayu Raya, Aliansi Anak Kepri Kabupaten Lingga, Zuhardi, kepada wartawan di gedung Kementerian Kehutanan RI, Jakarta, Kamis (18/12).
Zuhardi menegaskan bahwa Kepulauan Riau merupakan wilayah kepulauan yang memiliki karakter geografis, sosial, dan ekonomi berbeda dengan daerah daratan seperti Sumatra. Ia menilai kebijakan pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan sawit skala besar tidak mempertimbangkan kondisi tersebut.
“Kepri ini wilayah kepulauan, bukan daratan. Lingga itu daerah kecil, akses sulit, ekonomi terbatas. Tapi hari ini justru dibebani rencana pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan sawit dalam skala besar,” ujar Zuhardi.
Ia menyebutkan, di Kecamatan Lingga Utara saat ini sudah terdapat belasan ribu hektare lahan yang digarap dan ditanami kelapa sawit. Selain itu, terdapat rencana pelepasan kawasan hutan hampir 23.000 hektare di Kecamatan Singkep Barat dan Singkep Selatan yang diduga melibatkan sejumlah perusahaan, antara lain PT CSA dan PT SSP.
