Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Soroti Maraknya Kawin Kontrak, Komisi XIII DPR Desak Penguatan Pengawasan WNA di Bogor
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > Soroti Maraknya Kawin Kontrak, Komisi XIII DPR Desak Penguatan Pengawasan WNA di Bogor
Headline

Soroti Maraknya Kawin Kontrak, Komisi XIII DPR Desak Penguatan Pengawasan WNA di Bogor

Farih
Farih Published 23 Jan 2026, 20:21
Share
3 Min Read
Anggota Komisi XIII DPR RI Meity Rahmatia
Anggota Komisi XIII DPR RI Meity Rahmatia. Foto: parlementaria
SHARE

IPOL.ID – Komisi XIII DPR menyoroti mobilitas warga negara asing (WNA) di wilayah Bogor yang dinilai rawan penyalahgunaan aturan keimigrasian. Dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke Kantor Imigrasi (Kanim) Bogor pada Kamis (22/1), para legislator mendesak penguatan penegakan hukum terhadap praktik kawin kontrak dan nikah siri yang kerap dijadikan modus untuk menetap di Indonesia secara ilegal.

Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia, menyatakan sebagai daerah penyangga ibu kota, Bogor memiliki daya tarik tinggi bagi orang asing. Namun, tingginya mobilitas ini belum sepenuhnya dibarengi dengan pengawasan yang optimal, terutama terkait fenomena perkawinan semu dan kawin kontrak.
“Bogor adalah merupakan penyanggah dari ibu kota, dan ini yang ingin saya tanyakan ke Kanim, di Bogor ini masih maraknya nikah siri iya nikah semu dengan warga negara asing. Terkait kawin kontrak ya, mungkin saya bisa dapat penjelasannya seperti apa pengawasannya,” kata Meity.
Selain itu, Meity juga menyoroti keberadaan WNA yang diduga melakukan pelanggaran izin tinggal, termasuk overstay. Menurutnya, diperlukan sistem deteksi dan penanganan yang efektif, baik melalui tindakan administratif keimigrasian maupun langkah lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Terkait (kasus) Orang India itu, yang terakhir orang Cina banyak sekali warga-warga asli apa namanya mereka keluar dari Bogor itu hanya untuk supaya tidak ada penangkapan imigrasi. Saya pernah menyaksikan ada di stasiun, ada orang asing kadang-kadang mereka kayak gembel gitu di Stasiun Depok. Nah, saya bilang ini punya paspor atau tidak ya. Mungkin dari imigrasi bogor jadi atensi apa dideportasi atau seperti apa,” kata dia.
Sementara itu, Anggota Komisi XIII DPR RI Ahmad Basarah menegaskan bahwa pengawasan orang asing di wilayah Bogor, khususnya di Bogor Selatan, membutuhkan sinergi lintas sektor.
Ia menyebut, terdapat WNA yang datang dengan berbagai alasan, termasuk permohonan suaka. Namun, justru melakukan aktivitas ekonomi yang menimbulkan dampak sosial di masyarakat.
“Bogor selatan ini punya problem yang disampaikan Bu Meity tadi, warga negara dari Asia, dari Timur Tengah, dari Asia Tengah banyak datang minta suaka politik dan lain-lain sebagainya ya kemudian ada sambilan-sambilannya itu. Membuka usaha, restoran dan lain-lain. Kemudian sebagai justifikasinya, mereka melakukan kawin kontrak, nikah siri dan lain-lain sebagainya,” kata Basarah.
Dia mengapresiasi kinerja Kantor Imigrasi Bogor dalam memberikan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat. Namun demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan pelayanan harus tetap diimbangi dengan penguatan fungsi pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian, serta kerja sama lintas instansi.
“Satu sisi, Kanim Bogor ini harus memberikan pelayanan prima di Bogor Utara yang ramah untuk investasi satu sisi, di Bogor Selatan anda harus melakukan penegakan hukum pengawasan orang asing yang ini mungkin membutuhkan effort. Engga mungkin imigrasi melakukan kerja penegakan hukum sendirian,” ujarnya. (far)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: bogor, dpr, Kawin kontrak, WNA
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam dan jajaran, door to door menyalurkan ratusan nasi bungkus kepada warga terdampak banjir di Jalan Swadarma Utara, RT.006/01, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026). Foto: Ist Pemukiman Warga Ulujami Terendam, Polsek Pesanggrahan Salurkan Bantuan
Next Article Gedung Merah Putih KPK. Foto: Yudha Krastawan/ipol.id KPK Periksa 10 Saksi Kasus Suap Bupati Ponorogo, Mulai Pengusaha Daging hingga Lurah

TERPOPULER

TERPOPULER
Motor Ducati nyaris terbakar usai terlibat kecelakaan dengan Yamaha NMax di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Minggu (26/7/2026). Foto: Tangkapan layar Instagram @.harnandy_
Jakarta Raya

Ducati Nyaris Terbakar Usai Terlibat Kecelakaan dengan NMax di Jalan Asia Afrika

Headline
Bentrok di Menteng Dipicu Tak Mau Bayar Nasi Uduk
26 Jul 2026, 21:28
EkonomiHeadline
Purbaya sebut Kabar Baik bagi Indonesia usai Trump Kenakan Tarif 10 Persen untuk RI
26 Jul 2026, 12:22
Jakarta Raya
Pramono Bakal Sanksi Tegas, Pihak Swasta yang Buang Sampah Secara Ilegal
26 Jul 2026, 13:26
Olahraga
DKI Jakarta Juara Umum Kejurnas Wushu Kungfu dan Rajawali Sakti Lengkapi di Alam Sutra Taolu Open 2026
26 Jul 2026, 22:08
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?