IPOL.ID — Nama diduga Hary Tanoesudibjo, Anwar Ibrahim dan warga sipil Indonesia, Kafrawi Yuliantono disebut-sebut dalam Epstein Files. Dokumen tersebut merupakan kumpulan arsip yang dikaitkan dengan mendiang Jeffrey Epstein, miliarder asal Amerika Serikat yang diduga bunuh diri di sel penjara pada 2019 saat menghadapi dakwaan serius terkait perdagangan anak dan pedofilia.
Epstein Files sendiri dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ). Terdiri dari kumpulan jutaan dokumen penyelidikan terkait Jeffrey Epstein. Mencakup email, catatan perjalanan, korespondensi, foto, serta dokumen lain yang sebelumnya dirahasiakan. Dokumen itu kini dapat diakses publik, namun keberadaan nama dalam dokumen tidak otomatis berarti keterlibatan kriminal.
Salah satu tokoh yang ramai dibicarakan adalah dugaan nama Hary Tanoesoedibjo, pengusaha dan pemilik salah satu grup media terbesar di Indonesia. Dalam dokumen yang beredar di X pada Rabu (4/2/2026), terlihat nama Hary Tanoe tercantum dalam teks yang diduga berasal dari Epstein Files. Tangkapan layar itu menunjukkan bahwa namanya disebut bersama istilah “Indonesian CIA” dan keterkaitan dengan pengembangan sebuah hotel milik Donald Trump, meskipun konteks lengkapnya banyak disensor dalam file tersebut.
