IPOL.ID – Bupati Muratara, H Devi Suhartoni mengeluarkan ultimatum keras dan tegas terhadap pangkalan LPG (Liquefied Petroleum Gas) di Muratara.
Penegasan itu menyusul maraknya kelangkaan gas LPG, yang berdampak memicu kenaikan harga jual di kalangan masyarakat.
“Ketahuan main harga, izin saya cabut!,” tegas Devi, Jumat (13/2/2026).
Devi menilai maraknya kelangkaan gas elpiji terjadi akibat ulah oknum penyalur yang tidak bertanggung jawab.
“Harga gas LPG di Muratara seharusnya sekitar Rp25.000 per tabung karena biaya transportasi ditanggung Pertamina, tapi faktanya masih melonjak tinggi,” ujarnya.
Devi pun mengaku telah memerintahkan para camat dan kepala desa untuk melakukan patroli dan operasi pengawasan secara langsung ke setiap pangkalan.
Devi mengancam akan mencabut izin peredaran gas bagi para panyalur yang kedapatan bermain harga, menimbun atau menjual ke pedagang eceran.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara dipastikan terus menelusuri rantai distribusi gas hingga ke tingkat pangkalan dan melakukan tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran.
