IPOL.ID – Memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah yang berimbas pada penutupan ruang udara dan terganggunya penerbangan internasional memicu kekhawatiran terhadap keselamatan puluhan ribu jemaah umrah asal Indonesia. DPR meminta pemerintah segera menyiapkan langkah mitigasi.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Wachid menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah, khususnya Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), guna memastikan perlindungan bagi jemaah yang berada di Arab Saudi maupun yang masih dalam perjalanan.
“Kami di Komisi VIII DPR RI terus melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah, khususnya Kemenhaj, untuk memitigasi perkembangan situasi di Timur Tengah. Perhatian kuat kami saat ini tertuju pada jemaah yang menggunakan penerbangan transit, seperti di Doha, Qatar, maupun Dubai, karena mereka yang paling rentan terdampak jika terjadi penutupan ruang udara secara mendadak,” ujarnya, Minggu (1/3).
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara penyelenggara perjalanan dengan otoritas negara. Ia meminta pihak travel atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk bersikap proaktif dan bertanggung jawab penuh terhadap jemaah mereka.
