IPOL.ID – Situasi keamanan di Timur Tengah yang tengah memanas berdampak langsung pada ribuan warga negara Indonesia. Sekitar 58 ribu jemaah umrah dilaporkan terdampak penutupan wilayah udara di sejumlah kawasan menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat–Israel dan Iran.
Akibatnya, penerbangan mengalami penundaan massal dan sebagian jemaah tertahan di bandara.
Merespons kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abidin Fikri, mendesak pemerintah bergerak cepat dan terukur. Ia menekankan pentingnya langkah konkret untuk memastikan keselamatan serta kepastian logistik para jemaah yang terdampak.
“Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Haji dan Umrah serta Kementerian Perhubungan harus melakukan koordinasi intensif untuk memetakan data jamaah yang terdampak, sekaligus memastikan penyediaan akomodasi darurat dan bantuan logistik,” katanya, Rabu (4/3).
Legislator Fraksi PDI-Perjuangan itu menegaskan keselamatan warga negara Indonesia (WNI), termasuk jemaah umrah, merupakan prioritas utama negara sebagaimana amanat konstitusi.
